Saturday, January 11, 2014

Kisi-Kisi Dan Kumpulan Soal Tafsir Keagamaan

Sudah lama tidak memposting, kali ini saya akan memposting sebuah file yang INSYAALLAH berguna bagi anda siswa yang masuk program Keagamaan, saya dan teman-teman membuat sebuah dokumen yang berisi kisi-kisi beserta soal-soal ujian tahun Lalu. Yang sudah kami samakan dengan kisi-kisi yang ada....
Namun kali ini yang tersedia hanya kisi-kisi dan soal-soal mapel ILMU TAFSIR
Ilmu tafsir merupakan mapel UNAS bagi  siswa-siswi program Keagamaan, yang kesulitannya termasuk tingkat sukar.
Jika Anda minat untuk mendownload 

SILAHKAN Download Disini

Friday, January 03, 2014

Gus Dur Inspirasi Para Santri

KH Abdurrahman Wahid yang acap disapa Gus Dur menginspirasi terutama sekali kalangan santri. Gus Dur bagi para santri, mampu mengomunikasikan seluruh nilai-nilai pesantren di hadapan semua pihak. Kelenturan Gus Dur yang membuatnya diterima banyak kalangan menjadi model gerakan kalangan santri.

Demikian dinyatakan pengasuh pesantren API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudhori dalam peringatan haul ke-4 Gus Dur dan menyambut 40 hari wafatnya nelson mandela di rumah makan Bambu Wulung, Selasa (31/12).

“Pada era sekarang, santri merasa bangga dan berani menunjukkan jati dirinya pasca munculnya Gus Dur yang lahir dari kalangan pesantren,” ujar Gus Yusuf di hadapan sedikitnya 100 hadirin.

Gus Yusuf secara jujur menyatakan, sebelum muncul  Gus Dur banyak pihak menyepelekan santri dan pesantren. Namun di saat Gus Dur tampil sebagai pejuang kerakyatan, publik baru tertarik mempelajari kehidupan pesantren.

Orang lain baru tertarik setelah melihat sosok Gus Dur. Bahkan banyak yang bertanya-tanya ketika pesantren bisa melahirkan seorang Gus Dur. “Pesantren itu punya rahasia apa?” tegas putra KH Chudhori menggambarkan dunia pesantren hingga memunculkan sosok Gus Dur

3 Pesan Gus Dur

Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Agus Maftuh mengatakan KH Abdurrahman wahid (Gus Dur) adalah sosok pribadi yang mempunyai sikap tawadlu’, tegas menjaga prinsip, dan mengajarkan kesederhanaan.

“Meski dihujat dan dihina kemana-kemana seperti disebut agen Isreael maupun lainnya, Gus dur tidak pernah. Beliau akan marah pada persoalan-persoalan prinsip yang mendasar,”ujarnya dalam peringatan haul ke empat Gus Dur dan 40 hari Nelson Mandela di Rumah makan bambu Wulung Kudus, Selasa (31/12) malam.

Agus yang merupakan penulis pengantar dalam buku Islam Kosmopolitan karya Gus Dur meyakini guru bangsa ini sebagai orang alim yang tidak pernah mati meskipun kenyataannya haul Gus Dur diperingati pecinta dan pengagumnya. Selama ini ilmu Gus Dur telah mendiaspora kemana-kemana dan menjadi keteladanan setiap orang.

“Saya yakin karena Imam Syafii menyatakan bahwa orang sholeh yang alim tidak akan mati walaupun tulang rusuknya sudah hancur. Gus Dur ini saleh nan alim,” terangnya.

Selama mendapingi Gus Dur pasca dilengserkan dari kursi presiden, tutur Agus, dirinya mendapat tiga pesan berupa syair dari cucu pendiri NU ini. Pertama, sejelek-jelek manusia itu yang menganggap dirinya hebat padahal menurut orang lain hina.

Pesan kedua, lanjut Agus, jadilah bintang yang bisa kamu lihat di kolam bawah tanah padahal sebenarnya bintang itu diatas sana dan ketiga janganlah menjadi orang seperti asap rokok yang melambung tinggi ke atas namun dia akan sirna sendirinya.

“Gus Dur itu tidak suka mengakui dirinya hebat. Makanya beliau sangat tidak suka kepada orang sombong,” jelasnya.

Untuk meneruskan perjuangan Gus Dur, Agus berharap kader muda NU memiliki tugas mempertegas Islam sebagai agama cinta kasih, agama perdamaian.

“Begitu juga, kita harus rukun menjadi persaudaran insaniyah sesama ummat manusia. Karena semua ini misi yang diperjuangkan Gus dur,” tandasnya.

Latihan Soal Ujian Nasional (UN/UNAS) 2014

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. menyatakan Ujian Nasional 2014 direncanakan berlangsung pada April tahun depan. Berdasarkan rapat dengan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan, UN SMA diperkirakan jatuh pada pekan ketiga April.
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengusulkan agar UN SMA dilaksanakan pada tanggal 22 April, sedangkan Ujian untuk tingkat SMP diperkirakan akan jatuh dua pekan setelah UN SMA.

Pihak Kemdikbud membutuhkan waktu lebih banyak dari sebelumnya untuk memastikan persiapan ujian. Jeda dua pekan ini dianggap lebih panjang dibandingkan pelaksanaan UN tahun sebelumnya.
Usulan tanggal pelaksanaan UN itu bakal disampaikan pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. Dengan demikian tanggal ini masih dikaji, dan belum pasti.
Untuk membantu para siswa di tingkat pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Paket B dan C Tahun 2014 kami berikan Latihan Soal secara gratis.
Latihan soal yang sudah bisa di download adalah :
  1. Latihan Soal UN SD/MI | Silakan pelajari dan unduh melalui laman Latihan Soal UN SD/MI disini
  2. Latihan Soal UN SMP/MTs | Silakan pelajari dan unduh melalui laman Latihan Soal UN SMP/MTs disini
  3. Latihan Soal UN SMA/MA | Silakan pelajari dan unduh melalui laman Latihan Soal UN SMA/MA disini
  4. Latihan Soal UN SMK | Silakan pelajari dan unduh melalui laman Latihan Soal UN UN SMK disini
Sekretaris Badan Standarisasi Nasional Pendidikan Dr. Teuku Ramli Zakaria, MA pernah menyatakan adanya perubahan istilah terhadap ujian nasional Sekolah Dasar 2014. Pelaksanaan ujian tingkat SD tahun depan bakal dilepaskan dari wewenang BSNP. Menurutnya Untuk SD, namanya tidak lagi ujian nasional, nanti kementerian yang memutuskan namanya. Dia menjelaskan, ujian akhir bagi SD akan tetap diadakan namun tidak lagi dilaksanakan oleh BSNP.
Semoga Latihan Soal Ujian Nasional Tahun pelajaran 2013/2014 yang kami sampaikan dapat membantu para siswa menghadapi ujian nasional tahun 2014. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Prediksi Soal SBMPTN

Seleksi Sbmptn tahun 2013 digelar dengan sukses dan menjadi salah satu ajang yang dapat merekat persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Pemerintah akan menyelenggarakan kembali Seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun 2014 nanti. Pihak Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan biaya pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2014 bakal ditanggung pemerintah.

Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud menganggarkan dana sekitar Rp 245 miliar untuk biaya ujian masuk perguruan tinggi itu. Alokasi anggaran senilai Rp 245 miliar itu meliputi masing-masing Rp 100 miliar untuk kedua ujian, dan Rp 45 miliar untuk biaya teknis teknologi informasi. Menurut Djoko, alokasi anggaran itu didasarkan pada jumlah peserta pada tahun sebelumnya.
Disamping Sbmptn banyak juga PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang menggelar ujian mandiri, namun tetap saja seleksi Sbmptn dan Snmptn merupakan primadona bagi mayoritas siswa karena jalur ini dipandang lebih murah daripada jalur mandiri walaupun dengan jumlah peminat yang sangat banyak. Team kami kembali akan membantu Anda calon peserta Sbmptn 2014 untuk dengan Latihan Soal Sbmptn 2014 yang kami publikasikan di situs info Sbmptn ini.
Kami mengharapkan bahwa latihan Soal Sbmptn tahun 2014 ini dapat dipergunakan untuk membekali Anda / para calon peserta seleksi Sbmptn 2014 karena, selain latihan soal dibuat oleh tim kami yang berpengalaman, keduanya tipe soal dan tingkat kesukaran soal berusaha disesuaikan dengan kondisi ujian Sbmptn. Para siswa diharapkan dapat mempersiapkan Sbmptn seoptimal mungkin mengingat begitu tinggi minat peserta seleksi Sbmptn 2013.
Latihan soal Sbmptn 2014 dibuat oleh Team Ahli, dan model latihannya kami susun sebagai berikut :
  1. Latihan Soal Tes Potensi Akademik (TPA), yang akan diujikan pada peserta Sbmptn 2014 kelompok ujian Saintek, kelompok ujian Soshum, dan kelompok ujian Campuran
  2. Latihan Soal Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), yang akan diujikan pada peserta Sbmptn 2014 Kelompok Ujian Saintek, Kelompok Ujian Soshum, serta Kelompok Ujian Campuran.
  3. Latihan Soal Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek), yang akan diujikan pada peserta Sbmptn 2014 Kelompok Ujian Saintek.
  4. Latihan Soal Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum), yang akan diujikan pada peserta Sbmptn 2014 Kelompok Ujian Soshum.

Download Latihan Soal Sbmptn 2014

  1. Latihan Soal untuk kelompok ujian Saintek, Download Soal | Download Pembahasan
  2. Latihan Soal untuk kelompok ujian Soshum, Download Soal | Download Pembahasan
  3. Latihan Soal untuk kelompok ujian Campuran, | Download Pembahasan Download Soal
Tes Potensi Akademik diujikan pada peserta Sbmptn 2014 kelompok ujian Saintek, kelompok ujian Soshum, dan kelompok ujian Campuran. Kelompok ujian Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU) terdiri atas kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Tes Bidang Studi Dasar diujikan pada peserta Sbmptn 2014 Kelompok Ujian Saintek, Kelompok Ujian Soshum, serta Kelompok Ujian Campuran.
Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) terdiri dari 4 bidang studi yakni Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Kelompok Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri dari 4 bidang studi yakni Geografi, Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi.
Kami juga informasikan bahwa dalam rangka membantu para peserta Sbmptn 2014, kami merekomendasikan latihan Sbmptn atau prediksi Sbmptn 2014 dalam bentuk:
  1. Prediksi Soal Sbmptn 2014 Meliputi TPA, TKDU, TKD Saintek, dan TKD Soshum.
  2. Tips dan Trik Menjawab Tes Potensi Akademik.
  3. Latihan Tes Potensi Akademik (TPA) Plus Pembahasan.
  4. Soal Snmptn dan Pembahasannya untuk persiapan Sbmptn 2014.
  5. Panduan Teori Ujian Sbmptn 2014.
  6. Kisi-kisi Soal Sbmptn 2014 Meliputi TPA, TKDU, TKD Saintek, dan TKD Soshum.
  7. Koleksi Soal Ujian Mandiri (Simak UI, UMB PTN dan lain-lain).
  8. Latihan soal Ujian mandiri
  9. Layanan pemilihan jurusan by phone yang dilayani oleh para Konsultan handal.
Untuk mengakses informasi Latihan Sbmptn tersebut silakan disini. Terima kasih!
Selain menggelar ujian tulis, panitia seleksi Sbmptn juga mengadakan Ujian Keterampilan. Dimana ujian keterampilan diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan, Bidang Ilmu Seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni, Bidang Ilmu Keolahragaan terdiri atas tes kesehatan dan kesegaran jasmani. Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang dipilih.
Semoga Prediksi Soal Sbmptn 2014 yang kami berikan dapat bermanfaat khususnya bagi para calon peserta Sbmptn 2014 baik para alumni SMA/MA/SMK sederajat maupun para siswa kelas XII SMA/MA/SMK sederajat tahun pelajaran 2013/2014! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Monday, September 16, 2013

Distro Linux

  1. Debian GNU/Linux
       Distro ini menginginkan adanya semangat open-source yang harus tetap ada pada Debian. Kedinamisan distro ini membuat setiap rilis paket-paketnya di-update setiap waktu dan dapat diakses melalui utilitas apt-get. Apt-get adalah sebuah utilitas baris-perintah yang dapat digunakan secara dinamis untuk meng-upgrade sistem Debian GNU/Linux melalui apt-repository jaringan archive Debian yang luas. Milis dan forum debian selalu penuh dengan pesan-pesan baik mengenai bug, masalah, sharing, dll. Dengan adanya sistem komunikasi ini bug dan masalah keamanan pada tiap paket dapat dilaporkan oleh para pengguna dan pengembang Debian dengan cepat.
Keuntungan dari Debian adalah upgradability, ketergantungan antar paket didefinisikan dengan baik, dan pengembangannya secara terbuka.
Beberapa proyek dan turunan Debian

  1. Linux-Mandrake
Linux-Mandrake adalah salah satu distro turunan dari Red Hat Linux yang menyediakan banyak pengembangan dan aplikasi 'pre-configured' dan didukung banyak bahasa di seluruh dunia. Distro ini dikenal mudah untuk pemula dan cocok untuk kelas desktop tapi tidak menutup kemungkinan untuk dijadikan platform pada server. Optimasi untuk prosesor kelas Pentium ke atas membuat Linux-Mandrake dapat berjalan dengan baik pada platform tersebut.
Linux-Mandrake tersedia dalam GPL dan PowerPack yang terdiri dari beberapa cd 6+ CD dan aplikasi komersial. CD GPL-nya yang berisi sistem dasar dan aplikasi tersedia gratis melalui situs Linux-Mandrake dalam bentuk iso image. Linux-Mandrake beberapa kali telah memenangkan beberapa penghargaan baik penghargaan 'pilihan', 'product of the year', 'best distro' dan merupakan distro teratas pemakainya pada distrowatch.com.
  1. Red Hat Linux
Red Hat adalah distro yang cukup populer di kalangan pengembang dan perusahaan Linux. Dukungan-dukungan secara teknis, pelatihan, sertifikasi, aplikasi pengembangan, dan bergabungnya para hacker kernel dan free-software seperti Alan Cox, Michael Johnson, Stephen Tweedie menjadikan Red Hat berkembang cepat dan digunakan pada perusahaan.
Poin terbesar dari distro ini adalah Red Hat Package Manager (RPM). RPM adalah sebuah perangkat lunak untuk memanajemen paket-paket pada sistem Linux kita dan dianggap sebagai standar de-facto dalam pemaketan pada distro-distro turunannya dan yang mendukung distro ini secara luas.
  1. Slackware
Distronya Patrick Volkerding yang terkenal pertama kali setelah SLS. Slackware dikenal lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah dikustom, dan didesain untuk komputer 386/486 atau lebih tinggi. Distro ini termasuk distro yang cryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan menggunakan distro ini beberapa penggunanya dapat mengetahui banyak cara kerja sistem dan distro tersebut. Debian adalah salah satu distro selain Slackware yang masuk dalam kategori ini. Sebagian besar aktivitas konfigurasi di Slackware dilakukan secara manual (tidak ada tool seperti Yast pada S.U.S.E ataupun Linuxconf pada RedHat).
  1. S.u.S.E.

S.u.S.E. adalah distro yang populer di Jerman dan Eropa, terkenal akan dukungan driver VGA-nya dan YasT.
S.u.S.E tersedia secara komersial dan untuk versi GPL-nya dapat diinstal melalui ftp di situs S.u.S.E.
Instalasi berbasis menu grafis dari CD-ROM, disket boot modular, 400-halaman buku referensi, dukungan teknis, dukungan driver-driver terutama VGA dan tool administrasi sistem S.u.S.E., YaST, membuat beberapa pengguna memilih distro ini.
S.u.S.E. juga terlibat dalam pembuatan X server (video driver) untuk proyek XFree86 sehingga X server distro ini mendukung kartu grafis baru. S.U.S.E. menggunakan dua sistem pemaketan yaitu RPM (versi lama) dan SPM, S.U.S.E. Package Manager (versi baru).
  1. Turbo Linux
TurboLinux menargetkan pada produk berbasis Linux dengan kinerja tinggi untuk pasar workstation dan server terutama untuk penggunaan clustering dan orientasinya ke perusahaan.
Beberapa produk-produknya: TurboLinux Workstation untuk dekstopnya, TurboLinux Server untuk backend server dengan kinerja tinggi terutama untuk penggunaan bisnis di perusahaan, e-commerce dan transaksi B2B (Business-to-Business).
Salah satu produknya TurboCluster Server ditargetkan untuk pembuatan server cluster yang berskala luas dan dapat digunakan 25 cluster node atau lebih.TurboCluster server ini pernah memenangkan poling Best Web Solution dari editor Linux Journal.
enFuzion, satu lagi produk yang berbasis pada konsep sederhana dan powerful yang dinamakan 'parametric execution'.
enFuzion akan merubah jaringan komputer perusahaan menjadi super computer dengan kecepatan tinggi dan 'fault tolerant'.
Pengguna produk dan layanan TurboLinux terbanyak adalah perusahaan dan perorangan di Jepang dan Asia.
  1. Trustix Secure Linux

Trustix Secure Linux adalah distribusi Linux dari Trustix yang berorientasi server dengan menitikberatkan kepada masalah keamanan. Beberapa aplikasi dan layanan penting yang disertakan oleh paket standar TSL adalah:
    1. Ipsec VPN dengan FreeSWAN
    2. OpenSSH
    3. OpenBSD FTP Server
    4. Postfix Mail Server
    5. POP3 and IMAP dengan dukungan SSL (SPOP and SIMAP)
    6. Apache Web Server yang mendukung WAP
    7. Apache Web Server yang mendukung SSL
    8. PHP Advance Scripting
    9. LDAP
    10. GNU Privacy Guard (GPG)
TSL dapat diperoleh secara gratis melalui situsnya atau pembelian melalui eshop.trustix.no maupun melalui reseller terdekat.
Anda juga dapat bergabung dalam proyek pembuatan Trustix Secure Linux di trustix.org.
  1. Trustix Merdeka (TM)
Trustix Merdeka merupakan distro Linux yang ditujukan untuk pengguna Indonesia dengan mengambil basis dari Trustix Secure Linux.
Distro ini merupakan distro Linux Indonesia yang pertama kali dikembangkan di Indonesia sepanjang yang penulis tahu. Keamanan standarnya diset untuk pengguna dekstop ataupun yang baru mengenal Linux. Hampir tidak ada aplikasi server pada distro ini. Beberapa menu, artikel dan dokumentasinya berbahasa Indonesia yang dikembangkan oleh para pengembang Trustix Merdeka dalam proyek penerjemahan i18n dan terbuka untuk umum bagi yang ingin ambil bagian dalam proyek ini.
Beberapa fitur penting dalam Trustix Merdeka (versi 1.2-Raung):
    1. XFree86-nya mendukung TTF dan kinerja yang lebih cepat.
    2. SWUP, SoftWare UPdater untuk update paket secara aman via Internet.
    3. Dukungan anti alias pada KDE.
    4. Menu KDE berbahasa Indonesia. Status translasi bisa dilihat di Aplikasi multimedia, pengolah kata dan jaringan yang sudah dipilihkan oleh para pengembang.
    5. Tambahan aplikasi rpms dalam direktori terpisah agar bisa diinstal sesuai keinginan.

Utilitas manajemen paketnya menggunakan rpm dan format paketnya .rpm.
Anda dapat men-download TM melalui situs resmi download TM: http://www.trustix.co.id/pub/Trustix/merdeka atau situs-situs mirror-nya.
  1. WinBi
    http://www.winbi.or.id
Window Berbahasa Indonesia, distro Linux berbahasa Indonesia berbasis Trustix Merdeka hasil kerjasam BPPT dan universitas.
Sistem instalasi, lingkungan desktop grafis KDE, aplikasi e-mail, browser, jaringan, perkantoran, multimedia, grafis, permainan, utilitas lain dan dokumentasi sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia.
  1. Rimbalinux
Rimbalinux merupakan salah satu distro yang dibuat oleh sebagian anggota komunitas dan pengembang Linux Indonesia berbasis pada distro Red Hat.
Distro ini ditujukan untuk mesin 486 dan Pentium. Sasarannya adalah pengguna Linux menengah, akademisi, dan warnet.
Mempunyai utilitas berbasis web yaitu rppm dan utilitas lain yang masih dalam tahap pengembangan. Rimbalinux berisi window manager dan aplikasi yang ringan serta dukungan ltsp. Sampai saat ini baru sampai pada versi 1.0 (Leuser) dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut ke 1.1.
Jika pembaca berminat menjadi pengembang Rimbalinux silahkan bergabung ke milis rimbalinux-devel@lists.sourceforge.net.
Screenshot Rimbalinux:

  1. KNOPpIX
Knoppix merupakan distro Linux live-cd yang dapat dijalankan melalui CD-ROM tanpa menginstalnya di hard-disk. Aplikasinya sangat lengkap dan cocok untuk demo atau belajar Linux bagi yang belum mempunyai ruang pada hard-disknya, dapat juga untuk CD rescue. Kelemahan dari knoppix adalah diperlukannya memori yang besar untuk menggunakan modus grafisnya yaitu 96 MB walaupun bisa juga dijalankan pada memori 64 MB dengan swap pada hard-disk seperti pengalaman penulis tapi Anda perlu sedikit bersabar. Distro ini berbasis Debian GNU/Linux.
Tips
Beberapa tips dari penulis untuk memilih distro:
  • Jika Anda ingin mencoba atau belajar Linux tanpa mengubah atau menginstalnya di hard-disk, distro live-cd seperti knoppix bisa jadi pilihan.
  • Installah distro Linux yang dipunyai teman dekat kita. Alasannya jika terjadi sesuatu dengan Linux yang kita instal atau sekedar ingin bertanya segala sesuatu tentang Linux, ada seseorang yang bisa kita tanya, dan dengan adanya teman-teman, kita bisa berdiskusi, ngoprek bareng dan seiring dengan berjalannya waktu kita dan temen-temen kita akan berkembang bersama-sama.
  • Setelah kita menginstal Linux dengan distro yang dipunyai teman kita dan sekiranya sudah mahir dalam memainkan atau menggunakan Linux, kita bisa coba untuk menginstal distro lain yang menurut kita bagus dan sesuai dengan preferensi kita.
  • Instal dan coba seluruh distro aja! itu bagus tapi ini akan menghabiskan waktu dan biaya, kita bisa memilih distro-distro mana saja yang sekiranya kita cocok/suka, dengan melihat pengalaman teman yang sudah pernah pakai, dokumentasi, artikel, dan materi-materi yang terkait
  • Terus bekerja seperti biasa dalam sistem Linux kita, jika memungkinkan bisa dengan variasi distro dan aplikasi yang berbeda, pada akhirnya kita bisa merasakan dan memahami distro mana yang paling cocok untuk preferensi atau kebutuhan kita.

Thursday, May 23, 2013

Adzan Ditelinga Bayi

Adzan di telinga bayi saat ia baru lahir, hampir termasuk perkara yang disepakati. Fenomena seperti ini nampak tersebar di negeri kita yang jauh dari Ulama rabbaniyyin yang mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shohih dari Nabi –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sehingga membantu pesatnya perkembangan masalah yang satu ini.
Selain itu, banyak da’i yang berpangku tangan tak mau meneliti masalah ini lebih detail lagi dari segi keakuratan hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah ini, masalah disyari’atkannya adzan ditelinga bayi di hari kelahirannya.
Sebagai beban amanah ilmiyyah, berikut ini kami akan menurunkan takhrij hadits adzan di telinga bayi sekaligus menyebutkan rujuknya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany dari meng-hasan-kan hadits tersebut setelah nyata bagi beliau bahwa semua jalur periwayatannya lemah, tidak bisa saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Rujuknya beliau sengaja kami sebutkan agar para pembaca yang budiman mengetahuinya dan bisa meralat segala kekeliruan yang ia yakini dan lakukan sebelumnya berupa adzan di telinga bayi saat baru dilahirkan di dunia, disebabkan selama ini ia berpegang dengan peng-hasan-an Syaikh Al-Albaniy terhadap hadits itu.
Takhrij yang kami akan turunkan, kami nukilkan dari kitab Ahkam Al-Mawlud fis Sunnah Al-Muthohharah, dengan sedikit tambahan dan perubahan:
Para pembaca yang budiman, kami telah memeriksa sedapat mungkin riwayat-riwayat dan jalur-jalur hadits adzan di telinga bayi. Nah sekarang tiba saatnya kita akan menerangkannya dalam pembahasan berikut. Kita tegaskan bahwa ada tiga buah hadits adzan ditelinga bayi.

  • Hadits Pertama
Hadits ini berasal dari Abu Rofi’, bekas budak Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , ia berkata:
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَذَّنَ فِى أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِىٍّ – حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ – بِالصَّلاَةِ
“Saya melihat Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- adzan ibaratnya adzan sholat di telinga Al-Hasan bin Ali ketika Fathimah Radhiyallahu anha melahirkannya”.
[HR.Abu Dawud dalam Sunan-nya (5105), At-Tirmidzy dalam Sunan-nya (1514), Al-Baihaqi dalam Al-Kubro (9/300), dan dalam Syu'abul Iman (6/389-390), Ath-Thobrony dalam Al-Kabir (931 & 2578), dan dalam Ad-Du'a (2/944), Ahmad dalam Al-Musnad (6/9-391-392), Abdur-Razzaq dalam Al-Mushonnaf (7986), Ath-Thoyalisy dalam Musnad-nya (970), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (3/179), dan Al-Baghowy dalam Syarh As-Sunnah (11/273)].
Al-Hakim berkata :Shohih sanadnya sekalipun keduanya (Al-Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya”. Akan tetapi ia disanggah oleh Adz Dzahabi seraya berkata : “Ashim dho’if”
At-Tirmidzi berkata:“Semuanya meriwayatkan dari jalur Sufyan Ats-Tsauri dari Ashim bin Ubaidillah dari Ubaidillah bin Abi Rofi’ dari bapaknya”.
Ini juga merupakan riwayat Ath-Thobroni dalam Al-Kabir (926 & 2579), dan hadits ini dibawakan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawa’id (4/60) dari jalur Hammad bin Syu’aib dari Ashim bin Ubaidillah dari Ali bin Al-Husain dari Abi Rofi’ dengan sedikit tambahan,“Beliau adzan di telinga Al-Hasan dan Al-Husain”. Dia berkata di akhirnya, “Beliau memerintahkan hal itu kepada mereka”.
Di dalam sanad hadits ini terdapat Hammad bin Syu’aib. Ibnu Ma’in telah men-dho’if-kannya. Al-Bukhori berkata:“Munkar haditsnya”. Pada tempat lain, ia berkata:“Mereka meninggalkan haditsnya”. Al-Haitsami berkata dalam Al-Majma’ (4/60), “Di dalam ada Hammad bin Syu’aib, sedang ia itu lemah sekali”.
Kami katakan, juga di dalamnya terdapat Ashim bin Ubaidillah, seorang yang dho’if (lemah). Selain itu, Hammad telah menyelisihi Sufyan Ats-Tsaury baik dalam hal sanad, maupun redaksi hadits, dimana ia telah meriwayatkannya dari :Ashim dari Ali bin Al-Husain dari Abi Rofi’.
Dia menggantikan Ubaidullah bin Abi Rofi’ dengan Ali bin Al-Husain, dan ia juga menambahkan lafazh pada redaksi hadits dengan kata “Al-Husain”, dan perintah beradzan.
Hammad yang ini termasuk orang yang tak diterima haditsnya, jika menyendiri dalam meriwayatkan hadits, karena kelemahan pada dirinya  yang telah anda ketahui. Apalagi ia menyelisihi orang yang lebih tsiqoh (terpercaya) dan teliti daripada dirinya seperti Ats-Tsaury.
Dengan ini hadits Hammad menjadi munkar karena kelemahannya pertama, dan kedua: penyelisihannya terhadap orang yang lebih tsiqoh.
Adapun jalur kedua dari Sufyan, terdapat seorang yang bernama Ashim bin Ubaidillah. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam At-Taqrib, “Dia lemah”.
Beliau menyebutkan dalam At-Tahdzib (5/42), Syu’bah berkata, “Andaikan Ashim ditanya, “Siapakah yang membangun Masjid Bashrah, niscaya ia akan menjawab, “Fulan dari fulan dari Nabi –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bahwa beliau telah membangunnya”.
Ini untuk menggambarkan bahwa rowi ini mudah meriwayatkan hadits, tanpa memperhatikan hadits yang ia riwayatkan sehingga ia banyak menyelisihi orang yang lebih tsiqoh.
Adz-Dzhahaby berkata dalam Al-Mizan (2/354), “Abu Zur’ah dan Abu Hatim berkata, “Ashim adalah haditsnya munkar” . Ad-Daruquthny berkata, “Ia ditinggalkan, orangnya lalai”. Lalu ia membawakan hadits hadits Abu Rofi’ bahwa Rasulullah r mengadzani telinga Al-Hasan dan Al-Husain”. Ringkasnya, hadits ini dho’if (lemah) karena masalahnya ada pada Ashim dan anda telah tahu keadaan dirinya.
Ibnul Qoyyim menyebutkan dalam dalam kitabnya, Tuhfah Al-Wadud (hal. 17) hadits Abu Rofi’ lalu membawakan dua hadits: satunya dari Ibnu Abbas, dan lainnya lagi dari Al-Husain bin Ali . Beliau menjadikan kedua hadits ini sebagai penguat bagi  hadits Abu Rofi’ dan membuatkan sebuah bab yang berbunyi: “Bab: Dianjurkannya adzan ditelinga bayi”.
Hal ini sebenarnya kurang tepat sesuai dengan pembahasan yang akan anda ketahui sebentar, Insya Allah Ta’ala.

  • Hadits Kedua
Adapun hadits kedua dari Ibnu Abbas , diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman (no. 8620) dari Muhammad bin Yunus dari Al-Hasan bin Amer bin Saif As-Sadusy, ia berkata: Telah menceritakan kami Al-Qosim bin Muthoyyib dari Manshur bin Shofiyyah dari Abu Ma’bad dari Ibnu Abbas:
أَذَّنَ فِيْ أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَوْمَ وُلِدَ، فَأَذَّنَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُسْرَى
“Bahwasanya Nabi –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- adzan di telinga Al-Hasan bin Ali pada hari ia dilahirkan, di telinga kanannya. Beliau melakukan iqomat pada telinga kirinya”.

Lalu Al-Baihaqiy berkata: “Pada sanadnya terdapat kelemahan”. [Lihat Syu'abul Iman (6/390)]

Kami katakan, Bahkan hadits ini palsu. Penyakitnya ada pada Al-Hasan bin Amer . Al-Hafizh berkata dalam At-Taqrib, “Orangnya matruk/ditinggalkan”.
Ibnu Abi Hatim berkata dalam Al-Jarh wa At-Ta’dil (1/2/26) pada no. biografi (109), “Saya pernah mendengarkan bapakku berkata, “Kami pernah melihat Al-Hasan bin Amer di Bashrah, dan kami tak menulis hadits darinya, sedang dia itu ditinggalkan haditsnya”.
Adz-Dzahaby berkata dalam Al-Mizan, “Al-Hasan bin Amer dikatakan pendusta oleh Ibnul Madiniy. Al-Bukhory berkata, “Dia pendusta”. Ar-Rozy berkata, “Dia ditinggalkan”.
Seperti yang kita ketahui bersama, diantara kaedah-kaedah Ilmu Mushtholah Hadits bahwa hadits dho’if (lemah) tak akan bisa meningkat menjadi hadis shohih atau hasan kecuali ia datang dari jalur periwayatan yang lain dengan syarat: tak ada orang yang parah kedho’ifannya/kelemahannya dalam jalur tersebut, apalagi sampai ada orang pendusta. Jadi, hadits kedua dari Ibnu Abbas ini-sedang kondisinya begini- tetap kedudukannya sebagai hadits dho’if dan tidak bisa dijadikan hujjah.
Di antara konsekwensi ilmu hadits bahwa hadits Ibnu Abbas tersebut tidak bisa dijadikan sebagai penguat bagi hadits Abu Rofi’. Maka hadits Abu Rofi’ tetap kedudukannya sebagai hadits dho’if sedang hadits Ibnu Abbas adalah palsu!!

  • Hadits Ketiga
Adapun hadits Al-Hasan bin Ali, hadits ini diriwayatkan oleh Yahya ibnul Ala’ dari Marwan bin Salim dari Tholhah bin Ubaidillah dari Al-Hasan bin Ali, ia berkata, Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
مَنْ وُلِدَ لَهُ فَأَذَّنَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ
“Barang siapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia mengadzani pada telinga kanannya dan beriqomat pada telinga kirinya, niscaya anak itu tak akan dimudhorotkan/dibahayakan oleh Ummu Shibyan”. [HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (390) , Ibnus Sunni dalam Amal Al-Yaum wa Al-Lailah (623)].
Hadits ini dibawakan oleh Al-Haitsami dalam Al-Majma’ (4/59) seraya berkata, “HR. Abu Ya’la (6780), di dalamnya terdapat seorang rawi yang bernama Marwan bin Salim Al-Ghifary, sedang ia itu matruk /ditinggalkan”.
Muhaqqiq Musnad Abu Ya’la berkata, “Isnadnya rusak. Yahya Ibnul Ala’ tertuduh dusta…” Lalu ia berkata lagi, “Sebagaimana hadits Abu Rofi’ dikuatkan oleh hadits Ibnu Abbas . Hal ini disebutkan oleh Ibnul Qoyyim dalam Tuhfah Al-Wadud (hal.16). Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqy dalam Asy-Syu’ab. Dengan hadits ini terkuatkanlah hadits Abu Rofi’. Barangkali dengan itu At-Tirmidzy berkata:”Hadits hasan shohih atau lighoirih. Wallahu a’lam”. [Lihat Takhrij Musnad Abu Ya'la (12/151-152)]
Kami katakan, masalahnya bukan seperti itu!! Hadits Ibnu Abbas  di dalamnya terdapat seorang rawi pendusta, tidak cocok dijadikan penguat bagi hadits Abu Rofi’ sebagaimana telah berlalu penjelasannya, Wallahu a’lam.
Hadits Al-Husain bin Ali adalah palsu, di dalamnya terdapat seorang rawi yang bernama Yahya Ibnul Ala’ dan Marwan bin Salim, keduanya memalsukan hadits sebagaimana hal ini disebutkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah (321).
Beliau membawakan hadits Ibnu Abbas dalam Adh-Dho’ifah (6121). Inilah konsekwensi dari pembahasan ilmiyyah yang benar. Nah, Hadits Abu Rofi’ tetap kondisinya sebagai hadits dho’if sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafizh dalam At-Talkhish (4/149), “Inti permasalahannya pada Ashim bin Ubaidillah, sedang ia itu dho’if.”
Dulu Syaikh Al-Albany membawakan hadits Abu Rofi’ dalam Shohih Sunan At-Tirmidzy (1224), Shohih Sunan Abu Dawud (4258) seraya berkata, “Hadits hasan”.
Beliau juga berkata dalam Al-Irwa’ (4/401):“Ini adalah hadits hasan, InsyaAllah “.
Dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah (1/493) Syaikh Al-Albany berkata ketika mendho’ifkan hadits ini, “At-Tirmidzy meriwayatkan dengan sanad yang dho’if dari Abu Rofi’, ia berkata, “Saya melihat Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- adzan seperti adzan sholat di telinga Al-Husain bin Ali ketika ia dilahirkan oleh Fathimah . At-Tirmidzy berkata, “Hadits shohih, dan itulah yang diamalkan”…dan hadits Abu Rofi’  mungkin dikuatkan oleh hadits Ibnu Abbas [lalu beliau menyebutkannya]. Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab. Saya (Al-Albany) katakan, Barangkali isnad hadits Ibnu Abbas ini lebih baik daripada isnad hadits Al-Hasan , dimana hadits Ibnu Abbas ini cocok sebagai penguat bagi hadits Abu Rofi’, Wallahu a’lam. Jika demikian, hadits itu penguat bagi hadits adzan ditelinga bayi sebagaimana  yang tercantum dalam hadits Abu Rofi’. Adapun Iqomat , maka lafazhnya ghorib (aneh), Wallahu a’lam”.
Kemudian Syaikh Al-Albany berkata dalam Al-Irwa’ (4/401):” Saya (Al-Albany) katakan : Hadits ini telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas juga dengan sanad yang dho’if , saya bawakan sebagai penguat bagi hadits ini(hadits Abu Rofi’) ketika membicarakan hadits berikutnya dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah (321). Saya berharap disana agar hadits tersebut sebagai penguat bagi hadits ini, Wallahu a’lam”.
Namun belakangan Syaikh Al-Albany meralat peng-hasan-an beliau terhadap hadits Abu Rofi’ (hadits pertama) di dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah pada cetakan terakhir yang diterbitkan oleh Maktabah Al-Ma’arif (1/494/no.321):“Sekarang saya tegaskan –sekalipun kitab Asy-Syu’ab telah dicetak– :bahwa hadits Ibnu Abbas tidak cocok untuk dijadikan penguat (bagi hadits Abu Rofi’-pent.) karena di dalamnya terdapat rawi pendusta dan matruk . Saya amat heran terhadap Al-Baihaqy dan Ibnul Qoyyim bagaimana ia cuma men-dho’if-kan (melemahkan) hadits tersebut, sehingga saya hampir memastikan cocoknya hadits itu dijadikan sebagai penguat. Makanya aku pandang diantara kewajiban saya untuk mengingatkan hal itu dan men-takhrij-nya pada pembahasan akan datang (no.6121)“.
Sebagian ulama menganjurkan agar seseorang mengadzani telinga bayi ketika baru lahir berdasarkan hadits Abu Rofi’, Ibnu Abbas , dan Al-Husain bin Ali.
Namun pendapat ini merupakan pendapat yang marjuh (tertolak) karena ketiga hadits tersebut tidak bisa saling menguatkan karena satunya dho’if (lemah), dan dua hadits lainnya dho’if jiddan (lemah sekali), bahkan palsu. Selain itu, hadits tersebut tak ada lagi penguatnya dari hadits-hadits yang semakna dengannya, Kecuali disana ada sebuah hadits yang diriwayatkan di dalam kitab “Manaqib Al-Imam Ali” (113) dari Ibnu Umar secara marfu’. Cuma sayangnya hadits lagi-lagi tidak bisa dijadikan penguat, karena di dalamnya ada pendusta.
Penulis Ahkamul Maulud fis Sunnah Al-Muthohharah berkata:“Terakhir, sungguh kami telah memperpanjang pembahasan bagi anda, wahai saudara para pembaca. Kami memuji Allah yang telah menunjuki dan mengilhami Syaikh Al-Albani menuju kepada kebenaran. Karenanya, wajib untuk mengingatkan kepada para penuntut ilmu dan para pengamal sunnah yang shohih dan benar datangnya dari Nabi –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dimanapun berada bahwa yang benar tentang hadits Abu Rofi’ adalah hadits itu dho’if (lemah) sebagaimana ini merupakan hasil akhir dari pembahasan dan penyelidikan dalam Adh-Dho’ifah (karya Syaikh Al-Albaniy, pent.) dan yang ada di hadapan pembaca. Hadits itu bukan hadits shohih sebagaimana dulu tercantum dalam Shohih Sunan At-Tirmidzy, Shohih Sunan Abu Dawud, dan Irwa’ Al-Gholil, Wallahu a’lam”.[Lihat Ahkam Al-Mualud (hal. 39) karya Salim Ali Rosyid Asy-Syibliy dan Muhammad Kholifah Muhammad Ar-Robah, cet. Al-Maktab Al-Islamiy, 1415 H]

Kesimpulan
Tidak disyariatkan meng-adzani atau iqomat pada telinga bayi saat ia keluar dari perut ibunya, sebab tiga hadits yang mendasarinya ternyata hadits pertama lemah, sedang kedua dan ketiga palsu!!
Jika seseorang melakukannya, maka ia terjatuh dalam bid’ah!!! Semoga kita diberi taufiq untuk selalu menapaki sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam perkara apapun, amin.

Tanggung Jawabmu Dirumah Suamimu

Minimnya perhatian dan kelembutan seorang ibu yang tersita waktunya untuk aktivitas di luar rumah, jika mau disadari, sejatinya berpengaruh besar pada perkembangan jiwa anak. Terlebih jika keperluan anak dan suaminya malah diserahkan kepada sang pembantu/babysitter. Lantas di manakah tanggung jawab untuk menjadikan rumah sebagai madrasah bagi anak-anak mereka?

Banyak orang bodoh meneriakkan agar wanita jangan dikungkung dalam rumahnya, karena membiarkan wanita diam menganggur dalam rumah berarti membuang separuh dari potensi sumber daya manusia. Biarkan wanita berperan dalam masyarakatnya, keluar rumah bahu membahu bersama lelaki membangun negerinya dalam berbagai bidang kehidupan!!!
Demikian igauan mereka. Padahal dari sisi mana mereka yang bodoh ini dapat menyimpulkan bahwa separuh potensi sumber daya manusia terbuang? Dari mana mereka dapat istilah bahwa wanita yang diam di rumah karena mengurusi rumahnya adalah pengangguran? Ya, karena memang dalam defenisi kebodohan mereka, wanita pekerja adalah yang bergiat di luar rumah. Adapun yang cuma berkutat dengan pekerjaan domestik, mengurus suami dan anak-anaknya bukanlah pekerja tapi penganggur. Tidak memberikan pendapatan bagi negara.
Tahukah mereka bahwa Islam justru memberi pekerjaan yang mulia kepada wanita, kepada para istri di rumah-rumah mereka? Mereka diberi tanggung jawab. Dan dengan tanggung jawab tersebut, bisakah diterima bila mereka dikatakan menganggur, tidak memberikan sumbangsih apa-apa kepada masyarakat dan negerinya? Dalam bentuk pendapatan berupa materi mungkin tidak. Tapi dalam mempersiapkan generasi yang sehat agamanya dan fisiknya? Tentu tak dapat dipungkiri peran mereka oleh orang yang berakal sehat dan lurus serta mau menggunakan akalnya. Suatu peran yang tidak dapat dinilai dengan materi.
Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:
أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْإِمَامُ الْأَعْظَمُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْؤُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701 dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)
Makna ra’in adalah seorang penjaga, yang diberi amanah, yang harus memegangi perkara yang dapat membaikkan amanah yang ada dalam penjagaannya. Ia dituntut untuk berlaku adil dan menunaikan perkara yang dapat memberi maslahat bagi apa yang diamanahkan kepadanya. (Al-Minhaj 12/417, Fathul Bari, 13/140)
Berdasarkan makna ra’in di atas, berarti setiap orang memegang amanah, bertindak sebagai penjaga, dan kelak ia akan ditanya tentang apa yang diamanahkan kepadanya. Seorang pemimpin manusia, sebagai kepala negara ataupun wilayah yang lebih kecil darinya, merupakan pemegang amanah dan bertanggung jawab terhadap kemaslahatan rakyatnya dan kelak ia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Begitu pula seorang suami sebagai kepala rumah tangga, ia memegang amanah, sebagai penjaga serta pengatur bagi keluarganya dan kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Berikutnya seorang istri, selaku pendamping suami, ia memegang amanah sebagai pengatur urusan dalam rumah suaminya berikut anak-anak suaminya dan ia pun kelak akan ditanya tentang pengaturannya dan tentang anak-anaknya.
Al-Khaththabi rahimahullahu berkata, “Mereka yang disebutkan dalam hadits di atas, seorang imam/pemimpin negara, seorang lelaki/suami dan yang lainnya, semuanya berserikat dalam penamaan atau pensifatan sebagai ra’in. Namun makna atau tugas/peran mereka berbeda-beda. Amanah dan tanggung jawab imam a’zham (pemimpin negara) adalah untuk menjaga syariat dengan menegakkan hukum had dan berlaku adil dalam hukum. Sementara kepemimpinan seorang suami terhadap keluarganya adalah pengaturannya terhadap perkara mereka dan menunaikan hak-hak mereka. Adapun seorang istri, amanah yang ditanggungnya adalah mengatur urusan rumahnya, anak-anaknya, pembantunya dan mengatur semua itu dengan baik untuk suaminya. Seorang pelayan ataupun budak, ia bertanggung jawab menjaga apa yang ada di bawah tangannya dan menunaikan pelayanan yang wajib baginya.” (Fathul Bari, 13/141)
Al-Qadhi Iyadh rahimahullahu mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa setiap orang yang mengurusi sesuatu dari perkara orang lain, ia dituntut untuk berlaku adil di dalamnya, menunaikan haknya yang wajib, menegakkan perkara yang dapat memberi maslahat kepada apa yang diurusinya. Seperti, seorang suami dalam keluarganya, istri dalam pengurusannya terhadap rumah dan harta suaminya serta anak-anaknya, budak dalam pengurusan dan pengaturannya terhadap harta tuannya.” (Al-Ikmal, 6/230)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menjelaskan, “Setiap ra’in bermacam-macam yang diaturnya dan amanah yang ditanggungnya. Ada yang tanggung jawabnya besar lagi luas dan ada yang tanggung jawabnya kecil. Karena itulah Nabi bersabda: الأَمِيرُ رَاعٍ, ia akan ditanya tentang ra’iyahnya (rakyatnya/apa yang diatur dan dipimpinnya), seorang suami juga ra’in tapi ra’iyahnya terbatas hanya pada ahli baitnya, yaitu istrinya, anak laki-lakinya, anak perempuannya, saudara perempuannya, bibinya dan semua orang yang ada di rumahnya. Ia ra’in bagi ahli baitnya dan akan ditanya tentang ra’iyahnya, maka wajib baginya untuk mengatur dan mengurusi mereka dengan sebaik-baik pengaturan/pengurusan, karena ia akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban tentang mereka.
Demikian pula seorang istri merupakan ra’iyah di rumah suaminya dan akan ditanya tentang urusannya. Maka wajib baginya untuk mengurusi rumah dengan baik, dalam memasak, dalam menyiapkan kopi, teh, dalam menyiapkan tempat tidur. Janganlah ia memasak lebih dari yang semestinya. Jangan ia membuat teh lebih dari yang dibutuhkan. Ia harus menjadi seorang wanita yang bersikap pertengahan, tidak mengurangi-ngurangi dan tidak berlebih-lebihan, karena sikap pertengahan adalah separuh dari penghidupan. Tidak melampaui batas dalam apa yang tidak sepantasnya. Si istri bertanggung jawab pula terhadap anak-anaknya dalam perbaikan mereka dan perbaikan keadaan serta urusan mereka, seperti dalam hal memakaikan pakaian kepada mereka, melepaskan pakaian yang tidak bersih dari tubuh mereka, merapikan tempat tidur mereka, memerhatikan penutup tubuh mereka di musim dingin. Demikian, ia akan ditanya tentang semua itu. Sebagaimana ia akan ditanya tentang memasaknya untuk keluarganya, baiknya dalam penyiapan dan pengolahannya. Demikianlah ia akan ditanya tentang seluruh apa yang ada di dalam rumahnya.” (Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/106,107)
Jelas, wanita sudah memiliki amanah dan tugas tersendiri yang harus dipikulnya dengan sebaik-baiknya. Dan yang menetapkan amanah dan tugas tersebut bukan sembarang orang tapi manusia yang paling mulia, paling berilmu dan paling takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pengemban syariat yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari atas langit yang ketujuh. Dan beliau tidaklah menetapkan syariat dari hawa nafsunya, melainkan semuanya merupakan wahyu yang diwahyukan kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan para ibu rumah tangga jangan termakan dan tertipu dengan teriakan orang-orang bodoh di luar sana sehingga timbul rasa minder berhadapan dengan wanita-wanita karir dan merasa diri cuma menganggur di rumah. Padahal di rumah ada suami yang harus ditaati dan dikhidmatinya. Ada anak-anak yang harus ditarbiyah dengan baik. Ada harta suami yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Dan ada pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang butuh penanganan dan pengaturan. Semua ini pekerjaan yang mulia dan berpahala bila diniatkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan para ibu rumah tangga harus ingat bahwa mereka kelak pada hari kiamat akan ditanya tentang amanah yang dibebankan kepadanya, berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas dan juga ada hadits lain yang berbunyi:
مَا مِنْ رَاعٍ إِلاَّ يُسْأَلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَقَامَ أَمْرَ اللهِ أَمْ أَضَاعَهُ
“Tidak ada seorang ra’in pun kecuali ia akan ditanya pada hari kiamat, apakah ia menunaikan perintah Allah atau malah menyia-nyiakannya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana dibawakan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu dalam Fathul Bari ketika memberi penjelasan terhadap hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma di atas )
Dan juga hadits:
إِنَّ اللهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ حَفِظَ أَوْ ضَيَّعَهُ
“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap ra’in tentang apa yang dibawah pengaturannya, apakah ia menjaganya atau malah menyia-nyiakannya.” (HR. Ibnu ‘Adi dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafizh rahimahullahu dalam Fathul Bari, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)
Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa seorang yang mukallaf, termasuk dalam hal ini seorang istri sebagai ibu rumah tangga, akan menanggung dosa karena sikap penyia-nyiaannya terhadap perkara yang berada di bawah tanggungannya. (Fathul Bari, 13/141)
Karenanya tunaikan amanah dan tugasmu dengan sebaik-baiknya. Dan sadarilah bahwa peran wanita dalam masyarakat Islam amatlah besar dan penting. Di mana ia harus menunaikan hak suaminya dan kewajibannya terhadap anak-anaknya dengan memberikan pendidikan dan menyiapkan kebutuhan mereka agar kelak anak-anak tersebut dapat membawa agamanya dengan kekuatan dan kemuliaan. (Bahjatun Nazhirin, 1/369)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

TIPS SALAFUS SHALEH DALAM MEMILIH PASANGAN HIDUP

Disebutkan dalam kitab “tahdzibul kamaal” karya Al-Hafizh Al-Mizzi:
Berkata Yahya bin Yahya An-Naisaburi: suatu ketika aku berada di sisi Sufyan bin Uyainah, tiba-tiba ada seorang lelaki datang lalu berkata: Wahai Abu Muhammad! Aku mengeluhkan kepadamu perihal fulanah –isterinya, saya orang yang paling hina dan rendah menurutnya!
Maka Sufyan diam beberapa saat, lalu mengangkat kepalanya dan berkata: jangan- jangan engkau sangat berharap kepadanya sehingga menjadikannya semakin merasa tinggi?

Ia menjawab: benar demikian wahai Abu Muhammad,!
Berkata Sufyan:
من ذهب إلى العز ابتلي بالذل، ومن ذهب إلى المال ابتلي بالفقر، ومن ذهب إلى الدين يجمع الله له العز والمال مع الدين
“Siapa yang mencari kemuliaan (dengan nasab keturunan), maka dia akan ditimpa musibah kehinaan, dan siapa yang mencari harta, maka dia akan ditimpa kemiskinan, dan siapa yang mencari agama, maka Allah mengumpulkan untuknya kemuliaan, harta, sekaligus agama.”
Lalu Beliau mulai bercerita:
“Kami empat bersaudara: Muhammad, Imran, Ibrahim dan saya sendiri. Muhammad yang tertua diantara kami sedangkan Imran adalah yang bungsu, aku pertengahan diantara mereka.Tatkala Muhammad ingin menikah, dia ingin mencari wanita berketurunan bangsawan, maka diapun menikahi wanita yang lebih mulia nasab keturunannya dibanding dirinya, maka Allah menimpakan musibah kehinaan kepadanya. Adapun Imran menginginkan harta, maka dia menikahi wanita yang lebih kaya darinya, maka Allah menimpakan kemiskinan kepadanya, dimana keluarga wanita itu mengambil semua miliknya dan tidak menyisakan sama sekali untuknya!. Akupun memperhatikan keadaan keduanya, lalu datanglah Ma’mar bin Rasyid kepada kami, maka akupun meminta pendapatnya sambil aku menceritakan kisah kedua saudaraku. Maka Beliaupun mengingatkan aku hadits
Yahya bin Ja’dah dan hadits Aisyah. Adapun hadits Yahya bin Ja’dah, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
تنكح المرأة على أربع: دينها، وحسبها، ومالها، وجمالها، فعليك بذات الدين تربت يداك “.
“Wanita dinikahi karena empat hal: agamanya,keturunannya, hartanya dan kecantikannya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, (jika tidak) maka celaka engkau.”
Dan hadits Aisyah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
” أعظم النساء بركة أيسرهن مؤنة
“wanita yang paling banyak berkahnya adalah yang paling mudah maharnya.”
Maka akupun memilih untuk diriku waniita yang memiliki agama dan mahar yang ringan sebagai wujud mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maka Allah Ta’ala menganugerahkan kepadaku kemuliaan, harta sekaligus agama.”
(sumber: http://sahab.net/forums/showthread.php?t=376334)

Aqad Nikah Melalui Telefon

Bila rukun-rukun dan syarat-syarat nikah telah lengkap, namun antara wali dan calon suami keduanya berada di negeri (daerah) yang berbeda. Apakah dibolehkan melakukan akad nikah melalui telepon?
Jawaban Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta :
Dilihat pada kebanyakan apa yang terjadi pada masa sekarang berupa usaha penipuan, pemalsuan, dan jeleknya perangai pada perbuatan sebagian orang dengan meniru sebagian yang lain dalam pembicaraan dan menekuni penyamaam suara-suara orang lain, sampai-sampai di antara mereka mampu meniru banyak orang dari gaya laki-laki atau perempuan, tua atau muda, atau meniru suara-suara mereja, bahasa mereka yang berbeda-beda dalam satu tiruan, yang sampai pada telinga pendengar seakan-akan orang yang berbicara terdiri dari beberapa orang, padahal itu hanya satu orang saja.

Juga melihat betapa syariat Islam sangat perhatian dalam menjaga kehormatan dan jiwa serta kehati-hatian dalam masalah ini lebih besar dibanding kehati-hatian dalam masalah lain dari sekian jenis ikatan (perjanjian) dalam muamalah.
Lajnah berpandangan bahwa semestinya tidak perlu menyandarkan akad-akad nikah tersebut dalam ijab qabul-nya dan pelimpahan perwalian kepada bentuk komunikasi melalui telepon dalam usaha untuk merealisir tujuan (maksud) dari syariat ini dan perhatian lebih terhadap upaya menjaga kehormatan dan jiwa sehingga tidak mudah dipermainkan oleh orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu dan orang-orang yang berbicara penuh dengan dusta dan penipuan. [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/45 no. 1373]
Sumber: Fatwa-fatwa Ulama Ahlus Sunnah Seputar Pernikahan, Hubungan Suami Istri dan Perceraian disusun oleh Amin bin Yahya Ad-Duwaisi (penerjemah: Abu Abdirrahman Muhammad bin Munir), penerbit: Qaulan Karima, hal. 45-46.

Menikah Di Bawah Umur

Segala puji bagi Allah semata, sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi Muhammad, keluarga, para sahabat, dan ummatnya hingga akhir zaman.
Amma ba’du;
Sebaik-baiknya Kalam adalah Kalamullah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jeleknya perkara adalah perkara baru dalam agama (muhdats), karena setiap yang muhdats adalah bid’ah, setiap yang bid’ah adalah sesat dan setiap yang sesat tempatnya di Neraka.
Tsumma amma ba’du;
Dalam suatu media massa diterangkan bahwa menikah dengan wanita di bawah umur adalah sesuatu yang terlarang. Berkata ketua MUI: “Perempuan atau pria boleh kawin kalau sudah akil baliq. Artinya biologis mengizinkan”. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Benarkah menikahi wanita di bawah umur tidak boleh? Dan bagaimanakah syari’at ini (baca: Islam) memandang tentang hukum menikahi wanita di bawah umur? Semoga risalah ini dapat membuka wacana kita dalam menyikapinya dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

A. Definisi Nikah

Makna nikah dalam dalam bahasa arab adalah mengadakan hubungan badan (coitus).


B. Perintah Nikah

Perintah nikah berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’.
*) Al Qur’an
Allah Azza wa Jalla berfirman:
فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء (3) سورة النساء
“…maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi…” (QS. An Nisa’: 3).
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (21) سورة الروم
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar Ruum: 21).
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (32) سورة النــور
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An Nuur: 32).
Berkata Ibn Katsir ketika menafsirkan ayat di atas sbb:”Ayat ini menerangkan tentang diperintahkannya menikah. Para ulama berbeda pendapat tentang kewajibannya, karena dilihat dari kemampuan seseorang. Hal ini berdasar dlohir hadits berikut:
يا معشر الشباب, من استطاع منكم الباء فليتزوج, فإنه أغض للبصر و أحصن للفرج, ومن لم يستطع فعليه بالصوم, فإنه وجاء
“Wahai para pemuda, jika kalian memiliki kemampuan maka menikahlah. Karena yang demikian itu akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga farji. Barangsiapa yang belum mampu melakukannya maka lakukanlah puasa, karena puasa adalah tameng” (HR. Bukhori no. 1905; Muslim no. 1400)….” (Tafsir Ibn Katsir 5/94 cet. Dar Al Andalus, dinukil dari Tanbihat ‘ala Ahkam Takhtashu bil Mu’minat, hal: 84 Syaikh Sholih Al Fauzan cet. Idaroh Buhuts Al Ilmiyah, KSA).
*) As Sunnah (Al Hadits)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يا معشر الشباب, من استطاع منكم الباء فليتزوج
“Wahai para pemuda, jika kalian memiliki kemampuan maka menikahlah…” (HR. Bukhori no. 1905; Muslim no. 1400).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
النكاح سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني
“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan termasuk dari golonganku (ummat nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, pent)” (HR. Ibn Majah no. 1846. Hadits ini di-SHAHIH-kan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shohih Jami’ As Shoghir no. 6807).
*) Ijma’
Kaum muslimin telah ijma’ (=bersepakat) tentang disyari’atkannya nikah. Hal ini sebagai upaya untuk kemaslahatan bersama dan mencegah dari kerusakan jismiyah. Allah Ta’ala berfirman:
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu….” (QS. An Nuur: 32) adalah perintah
Dan firman-Nya:
فَلاَ تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ (232) سورة البقرة
“….maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi….” (QS. Al Baqoroh: 232) adalah larangan.

C. Rukun Nikah

Rukun nikah ada dua, yaitu:
-) Ijab -) Qobul


D. Syarat Nikah

Syarat-syarat nikah diantaranya adalah sbb;
-) Adanya wali
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا نكاح إلا بولي
“Tidak ada pernikahan kecuali dengan adanya wali” (HR. Ahmad 4/394; Abu Dawud no. 2085; At Tirmidzi no. 1101; Ibn Majah no. 1881; Ibn Hibban no. 1243).
-) Adanya 2 (dua) saksi (yang adil).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا نكاح إلا بولي و شاهدين
“Tidak ada pernikahan kecuali dengan adanya wali dan dua saksi” (HR. Baihaqi 7/125; Ad Daruquthniy 3/225. Hadits ini di-SHAHIH-kan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 7558 dan dalam Irwa’ul Gholil no. 1839, 1858. Di-DLO’IF-kan oleh Syaikh Al ‘Utsaimin dalam Syarhul Mumti’ jilid 12 hal 94 cet. Dar Ibn Al Jauziy).
Sedangkan tambahan kalimat “adil” adalah berasal dari Ibn Abbas radhiallahu anhuma. (Lihat dalam Irwa’ul Gholil jilid ke 6 cet. Maktabah Al Islamiy, Bairut Libanon).
-) Adanya penyebutan nama yang akan menikah (yakni fulan bin fulan atau fulanah binti fulan, pent).
-) Ridlo dari orang yang akan menikah/mempelai.

E. Manfaat Nikah

Diantara manfaat pernikahan adalah sebagai berikut;
-) Melindungi dari perbuatan zina.
-) Terwujudnya keluarga yang sakinah.
-) Terwujudnya kerja sama antara suami istri.
-) Terjaganya nasab/keturunan dan nama baik.
-) Terjaganya wanita dengan perlindungan suami dll. (Lihat pada kitab Tawadlih Al Ahkam min Bulughil Marom, 5/210; Taisir Alam Syarh Umdatul Ahkam jilid:… ; Tanbihat ‘ala Ahkam Takhtashu bil Mu’minat, hal: 86).
Setelah kita mengetahui dan memahami pembahasan di atas, maka berikut kami terangkan tentang hal yang berkenaan dengan pernikahan wanita. Dalam hal ini meliputi hal-hal sebagai berikut;
-) Menikahkan gadis yang masih kecil.
-) Menikahkan gadis yang telah baligh.
-) Menikahkan janda.
Masing-masing memiliki hukum tersendiri

*) Menikahkan Gadis Yang Masih Kecil

Seorang ayah dapat menikahkan anak gadisnya yang masih kecil dengan orang yang diridloinya tanpa harus meminta izin kepadanya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Abu Bakr As Shidiq radhiallahu anhu ketika menikahkan putrinya, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam padahal ia (Aisyah) masih berusia 6 (enam) tahun.{1}
Berkata Imam As Syaukani:”Pada hadits ini terdapat dalil tentang diperbolehkannya bagi seorang bapak untuk menikahkan anak gadisnya sebelum baligh”. Ia juga berkata:”Dalam hadits ini terdapat dalil tentang diperbolehkannya menikahkan wanita yang masih kecil dengan pria dewasa. Hal ini sebagaimana terdapat dalam suatu bab pada (kitab) SHAHIH Bukhori yang kemudian ia menyebutkan hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha ini….” (Lihat Nailul Author 6/128, 129).{2}
Catatan:
Yang dimaksud dalam pembahasan bab ini adalah diperbolehkannya melakukan aqad nikah dengan wanita yang masih kecil, sedangkan untuk melakukan hubungan badan (coitus) dilakukan setelah wanita tersebut baligh{3}. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.



*) Menikahkan Gadis Yang Telah Baligh.

Orang tua tidak boleh menikahkan anak gadisnya yang telah baligh kecuali dengan izinya dan izin seorang gadis yang telah baligh adalah diamnya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ولا تنكح البكر حتى تستأذن
“Janganlah engkau menikahkan seorang gadis hingga engkau meminta izin darinya”.Ya Rasulullah, bagaimanakah (kita mengetahui, pent) izinnya? Rasulullah menjawab:”izinnya adalah diamnya” (HR. Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 3458 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ الْبِكْرَ تَسْتَحِي. قاَلَ: رِضَاهَا صَمْتُهَا
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya seorang gadis itu malu (untuk menjawab bila dimintai izinnya dalam masalah pernikahan).” Beliau menjelaskan, “Tanda ridhanya gadis itu (untuk dinikahkan) adalah diamnya.” (HR. Bukhari no. 5137).
Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullahu: “Ulama berbeda pendapat tentang izin gadis yang akan dinikahkan, apakah izinnya itu wajib hukumnya atau mustahab (sunnah). Yang benar dalam hal ini adalah izin tersebut wajib. Dan wajib bagi wali si wanita untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam memilih lelaki yang akan ia nikahkan dengan si wanita, dan hendaknya si wali melihat apakah calon suami si wanita tersebut sekufu atau tidak. Karena pernikahan itu untuk kemaslahatan si wanita, bukan untuk kemaslahatan pribadi si wali.” (Majmu’ Fatawa, 32/39-40)


*) Menikahkan Janda.

Orang tua tidak boleh menikahkan anaknya yang telah janda kecuali dengan izinnya. Izin dari seorang janda adalah dengan lisan/ucapannya, hal ini kebalikan dari wanita yang masih gadis. (Lihat juga pada Tanbihat ‘ala Ahkam Takhtashu bil Mu’minat, hal: 89-90).{4}
Khansa` bintu Khidam Al-Anshariyyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan, ayahnya menikahkannya dengan seorang lelaki ketika ia menjanda. Namun ia menolak pernikahan tersebut. Ia adukan perkaranya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga akhirnya beliau membatalkan pernikahannya. (HR. Bukhari no. 5138).
Hadits di atas diberi judul oleh Al-Imam Bukhari rahimahullahu dalam kitab Shahih-nya: Bab Apabila seseorang menikahkan putrinya sementara putrinya tidak suka maka pernikahan itu tertolak. Allahu Ta’ala A’lam.
Note Foot:
{1} HR. Bukhori dan Muslim.
{2} Lihat juga kitab Al Mughniy 6/487.
{3} Tidak ada batasan khusus tentang usia baligh bagi seorang wanita karena hal ini terjadi berbeda-beda pada setiap wanita.
Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa seorang wanita apabila telah berusia 9 tahun maka ia telah baligh (Lihat Irwa’ul Ghlolil jilid 6).
{4} Syaikh Muhammad bin Ibrohim Alu Syaikh rahimahullah ditanya:”Bagaimana hukumnya seorang bapak memaksa putrinya yang janda untuk menikah?”
Jawab: Apabila masalahnya seperti yang saudara sebutkan, maka pernikahan tersebut tidak sah. Sebab termasuk syarat pernikahan adalah ridlonya calon mempelai. Dan tidak boleh seorang bapak memaksa putrinya yang sudah janda untuk menikah, dengan syarat umur janda tersebut di atas sembilan tahun menurut kesepakatan ulama. (Fatawa wa Rosail Syaikh Muhammad bin Ibrohim, 10/84).
Maroji’:
-) Al Qur’anul Kariim.
-) Tanbihat ‘ala Ahkam Takhtashu bil Mu’minat. Syaikh Sholih Fauzan Al Fauzan.
-) Irwa’ul Gholil. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani.
-) Syarhul Mumti’ ‘ala Zadul Mustaqni’. Syaikh Muhammad Sholih Al ‘Utsaimin.
-) Kitab Fiqh menurut 4 mazhab.
-) Fatawa Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah. Disusun oleh Amin Yahya Al Wazan.
-) Tawadlih Al Ahkam min Bulugh Al Marom. Syaikh Abdus Salam Al Barjas.
-) Taisir Alam Syarh ‘Umdatul Ahkam. Syaikh Abdus Salam Al Barjas.

Hukum Mahar Bagi Wanita Yang Dinikahi Tanpa Ridhonya Kemudian Dicerai

Penanya : Saya berharap jawaban yang jelas tentang pertanyaan ini : Seorang laki-laki menikahi seorang wanita dan sampai saat ini kurang lebih sudah tiga bulan. Dan diantara masa tiga bulan ini tampaklah bagi si lelaki dan juga berdasarkan ucapan sang wanita sendiri bahwa sesungguhnya pendapatnya tentang pernikahan ini yang dia nyatakan secara jelas (ketidaksetujuannya. Pent) tidak diambil oleh ibunya . Dan wanita tersebut berkata kepada suaminya, sesungguhnya dia tidak menginginkannya. Dan sungguh selama masa tersebut sang laki-laki telah membawanya ke para pembaca Al-Qur’an (yang biasa merukyah. pent) dan dia juga mencurahkan seluruh kemampuannya (untuk merubah keadaan ini. Pent) karena dia berkeyakinan bahwa sang wanita sedang sakit, akan tetapi Wallahu A’lam sang wanita hanya berpura-pura sakit karena sesungguhnya dia tidak menginginkan laki-laki ini menjadi suami untuknya.
Wahai Syaikh Yang mulia, Apa Hak sang suami dan Hak sang istri sesuai syariat di dalam permasalahan mahar apabila sang istri menginginkan Thalaq di dalam dua keadaan :
Keadaan pertama : Apabila selama masa ini sang lelaki belum mendatanginya yaitu belum memecahkan keperawanannya ??
Keadaan kedua : Apabila laki-laki tersebut sudah mendatangi wanita tersebut selama masa ini ??
Syaikh : Pertama , apabila sang lelaki menganggap bahwa sesungguhnya wanita ini jujur di dalam perkataannya , bahwa dia tidak dimintai pendapat (di dalam pernikahan tersebut) maka wajib bagi dia untuk menthalaqnya, hal tersebut dikarenakan sesungguhnya nikah dengan tanpa ridho istri adalah tidak sah berdasarkan larangan Rasulullah Shalallahu alaihi Wassallam dari perkara tersebut ketika beliau bersabda : ” Tidak dinikahi seorang perawan sampai dimintai izin”
Dan apabila sang lelaki tidak mempercayai wanita tersebut yang didasari atas apa yang tampak dari keadaan wanita tersebut bahwa dia seorang pendusta maka pernikahan tersebut sah.
dan hal tersebut dikarenakan terkadang istri mengaku tidak dimintai pendapatnya dan sesungguhnya dia telah dimintai pendapat akan tetapi dia membenci sang suami (setelah pernikahan. pent) maka dia membuat pengakuan (dusta) ini .
maka bagaimanapun, apabila sang lelaki memandang bahwa sang wanita adalah gadis yang sholihah dan jujur maka wajib bagi dia untuk membenarkan ucapannya dan menceraikannya dan adapun apabila besar dugaaan dia bahwa sesungguhnya wanita tersebut seorang pendusta maka tidak ada halangan bagi dia untuk mempertahankannya dan semoga saja keadaan berubah (lebih baik . pent.).
Adapun untuk permasalahan mahar, maka mahar telah tetap (untuk istri. Pent) disebabkan berkhalwatnya (berduaan) laki-laki tersebut dengannya. Karena sesungguhnya Khalwat dengan seorang wanita yang telah dinikahi secara akad  telah menjadikan mahar tetap (milik wanita) atas pendapat yang kuat, sama saja apakah dia telah mendatanginya atau tidak. Akan tetapi apabila dia memandang bahwa keluarga wanita telah menipunya kemudian dia mengatakan kepada keluarga wanita : “Aku menginginkan kalian mengganti mahar untukku karena sesungguhnya kalian telah menipuku “. Maka tidak mengapa baginya di dalam keadaan ini, karena sesungguhnya mereka telah menipunya ketika mereka mengesankan seolah-olah sang wanita ridho dalam keadaan dia tidak ridho
Penanya : Keluarga sang istri menginginkan suami ini karena percaya kepadanya dan karena akhlaqnya
Syaikh : Akan tetapi masalah pada sang istri
Penanya : Sang istri berkata bahwa ketika diminta pendapatnya , dia tidak memberikan pendapatnya secara jelas dan dia berkata dalam hati ” aku tidak menginginkannya” dan dia hanya menangis dan tidak jelas dalam menyampaikan pendapatnya.
Syaikh : Tangisan ini yang ditangisinya, apakah keluarga wanita mengetahui (secara yakin) atau besar dugaan mereka bahwa ini disebabkan oleh kebenciannya pada (calon) suami ataukah karena akan berpisah dengan keluarganya ??
Penanya : Saya tidak tahu
Syaikh : Ini sesuatu yang harus diketahui, oleh sebab ini sebagian ulama mengatakan sesungguhnya persetujuan dari perawan adalah diamnya, apabila dia tidak mengatakan :”Aku tidak menginginkannya” maka ini adalah persetujuan . Mereka juga mengatakan ” Bahkan walau menangis” (maka ini adalah persetujuan .Pent)  dan mereka memberikan sebab pendapat ini yaitu dikarenakan bahwa terkadang sang wanita menangis takut dari perpisahan dengan keluarganya bukan karena membenci sang suami.
Penanya : Wanita itu sebelumnya mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah dengan jelas mengatakan bahwa dia tidak menginginkannya, akan tetapi ketika proses pencatatan akad nikah ketika dia ditanya oleh ibunya, dia hanya menangis dan tidak menunjukkan pendapatnya secara jelas.
Syaikh : Bagaimanapun keadaannya, selama dia mengatakan sejak awal dia tidak menginginkan laki-laki itu maka tangisan ini adalah tangisan benci (tidak suka) maka pernikahan tidak sah, dan wajib bagi laki-laki itu untuk menceraikannya dan boleh bagi dia untuk meminta kepada keluarga sang wanita yang menipunya , mahar yang telah dia berikan kepada mereka.
Penanya : apakah dia mengambil Mahar secara utuh ??
Syaikh : Dia ambil maharnya secara utuh dari keluarga wanita apabila dia telah menunaikannya kepada mereka.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites